Hasilkan Uang Mudah

PANDUAN MUDAH HASILKAN UANG DARI BISNIS SOFTWARE

 

BISNIS SOFTWARE

 

Di Indonesia, pekerjaan sebagai programmer tidaklah sepopuler di luar negeri. Alasannya karena di negara ini perusahaan IT belum berkembang dengan baik. Beberapa malah hanya berupa perusahaan startup dengan modal yang sangat minim. Akibatnya, orang-orang yang belajar programming, kuliah di jurusan IT seringkali kesulitan menemukan lahan pekerjaan yang sesuai.

Semua orang tentu ingin mendapatkan penghasilan dari skill yang dimiliki. Maka, jika Anda memiliki skill programming, jangan sia-siakan skill Anda tersebut. Menjadi freelancer misalnya dan mulailah jual software buatan Anda. Dari bisnis ini, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari software development yang pasarnya tidak harus di Indonesia saja. Menarik, bukan? Berikut beberapa informasi mengenai cara-cara menghasilkan uang melalui bisnis software dan persiapan apa saja yang Anda butuhkan.

 

 

 

Bagaimana dapatkan uang dari bisnis software?

 

Membuat Shareware dan Premium Software

 

 

Pertama, Anda bisa membuat sebuah software dengan fitur terbatas terlebih dulu. Misalnya, software yang hanya menyediakan 5 fitur saja; A, B, C, D, dan E. Jika Anda sudah mendapatkan pengguna yang banyak dan sangat membutuhkan software tersebut, sediakan fitur yang lebih lengkap dari sebelumnya. Software dengan fitur terbatas biasa disebut dengan shareware. Sedangkan software yang memiliki fitur lebih lengkap dan berbayar, disebut dengan premium software. Bisnis ini merupakan salah satu yang umum dikerjakan oleh banyak software developer.

 

Menjual Source Code Software untuk Keperluan Belajar

Anda bisa membuat software sederhana yang dapat dimengerti oleh seseorang. Kemudian jual source code-nya untuk dibeli dan dipelajari oleh orang lain. Jangan lupa untuk tetap melengkapi software tersebut dengan penjelasan dan tutorial, baik tertulis maupun secara verbal. Agar mudah untuk dipelajari. Biasanya, software yang dijual adalah sofwtare sederhana yang kodenya dapat dibedah secara langsung. Seperti yang biasa digunakan untuk toko online, penerimaan siswa baru, perpustakaan elektronik, dan lain sebagainya.

 

Menerima Pembuatan Software secara Custom

Untuk bisnis custom ini, harga yang diterima bervariatif. Ada yang sangat murah, ada yang mahal bahkan sampai miliaran rupiah. Biasanya, klien dari pembuatan software secara custom datang dari instansi, pemerintahan, korporasi, BUMN, manufaktur, atau badan pendidikan tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan optimalitas bisnis mereka dengan bantuan software custom yang Anda sediakan. Meskipun banyak software yang tersedia di pasaran, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan mereka secara lengkap. Sehingga pembuatan software secara custom sangat dibutuhkan.

 

Menjual Software di Application Store

 

Software di Application Store

 

Beberapa application store seperti Apple AppStore, Google Play, Windows Store, hadir membawa angin segar bagi software developer. Para software development seolah mendapat inspirasi untuk mencari penghasilan dari pembuatan aplikasi. Software yang bisa dijual misalnya game, produktivitas, hingga software-software kreatif lainnya seperti aplikasi untuk foto selfie. Selain itu, Anda juga bisa membuat aplikasi untuk tracking aktivitas olahraga kita, atau akuntansi.

 

Software Sebagai Pendukung Software Lain

Untuk bisnis ini, software yang dijual adalah library atau sebuah komponen. Misalnya yang terjadi di dunia teknologi Microsoft. Di mana banyak komponen UI untuk ASP.NET atau VB.NET seperti Kendo UI dan library untuk membuat chart.  Yang mana mereka malah tidak didukung oleh Microsoft sendiri. Sehingga pengembang aplikasi lain dapat membelinya dari third party yang tentu saja menyediakan komponen yang lebih mutakhir.

Software Sebagai Infrastruktur

Banyak mail server canggih yang dijual sebagai infrastruktur bagi suatu aplikasi lain. Biasanya yang menjual software ini adalah perusahaan besar dan mempunyai waktu development yang panjang dibanding software lain. Hal ini disebabkan karena selain harus menangani berbagai kasus secara generik, kehandalan pun tetap diutamakan. Perusahaan sofware diharuskan menangani jumlah data yang besar.

 

Lisensi Software

 

Lisensi Software

 

Sistem lisensi ini adalah sistem paling lawas, di mana klien membayar ijin menggunakan software dari suatu vendor sesuai dengan plan yang diinginkan. Ada klien yang harus membayar lisensinya per orang, per mesin, per orang dan per mesin, atau per perusahaan. Microsoft dan Oracle pun masih menjual lisensi software kepada penggunanya.

 

Pasang Iklan di dalam Software

Sebagian besar iklan dipasang di dalam aplikasi web dan mobile. Terutama di aplikasi seperti mobile game, yang memiliki banyak papan iklan saat bermain. Para game developer pun mencari penghasilan dengan cara menambatkan papan iklan di dalam game-nya seperti ini. Walaupun tidak langsung menghasilkan uang dalam jumlah besar, namun bila ada banyak user yang menggunakan website tersebut. Maka penghasilan yang didapat pun menjadi cukup menjanjikan.

 

Software As a Service

Saat ini, cukup dengan web browser saja para pengguna sudah dapat menggunakan software yang diinginkan, dengan membayar sejumlah biaya berlangganan. Bahkan suatu perusahaan dapat membayar sejumlah biaya kepada Google untuk menyewa Google Docs dan perangkat lainnya. Hal ini dilakukan agar karyawan tidak perlu lagi membayar biaya berlangganannya. Biasanya, biaya yang dikeluarkan bisa per tahun, per bulan, per jam, atau sebanyak yang kita pakai saja.

 

 

 

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalankan Usaha

 

software

 

Menguasai ilmu di bidang teknologi informasi, baik software maupun hardware-nya

Sebelum memulai bisnis berjualan software, hal pertama yang harus Anda lakukan tentu saja menguasai ilmu-ilmu mengenai program komputer. Apalagi yang berkaitan dengan teknologi informasi. Jangan lupa bahwa semakin banyak program komputer yang dikuasai, maka akan semakin baik. Ilmu tersebut jugs harus selalu ditingkatkan dan dikembangkan, sehingga Anda tetap mampu bersaing dengan rival Anda yang lain.

 

Memperhatikan peralatan yang dibutuhkan

Misalnya, untuk laptop, harus yang memiliki kualitas tinggi. Yaitu laptop dengan kualifikasi lengkap yang sudah ter-install aplikasi penunjang.

 

Menentukan konsumen sebagai target pasarnya

Untuk permulaan, Anda bisa menawarkan jasa untuk personal dan bukan perusahaan atau instansi, dengan harga yang terjangkau. Jika sudah terbiasa menangani di lingkup personal, baru mulai tawarkan pada perusahaan atau instansi pemerintah.

 

Carilah informasi harga standar sebuah software

Hal ini agar Anda bisa menentukan harga software buatan Anda. Sehingga harga yang Anda patok nantinya tidak terlalu mahal atau murah.

 

Berlatih dan terus berlatih

Sebab skill ini membutuhkan ketelitian dan ketekunan tingkat tinggi. Maka semakin banyak software yang Anda buat, semakin terasahlah kemampuan Anda.

 

 

Irvan Jahja adalah seorang programmer sejak duduk di bangku SMP. Kiprahnya dimulai sejak ia membuat dan meluncurkan software game yang didesainnya sendiri. Sehingga Irvan Jahja masuk menjadi salah satu programmer muda yang memiliki segudang prestasi, baik prestasi nasional maupun internasional. Bahkan Ia juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dilansir dari situs duniailkom.com, untuk seorang software tester (QA), bisa mendapatkan penghasilan minimal 5 juta rupiah. Sedangkan untuk programmer (Java, Android, atau iOS) berpenghasilan sekitar 6-15 juta rupiah. Apakah Anda tidak tertarik mencoba bisnis ini?

Comments